Media

GRC Forum 2025 AOP Group: Memperkuat Ketahanan Bisnis di Tengah Ketidakpastian Global

Dinamika lingkungan bisnis global yang terus berkembang mendorong perusahaan untuk semakin adaptif dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Seiring dengan hal tersebut, PT Astra Otoparts Tbk (Astra Otoparts/AOP) melalui Divisi Audit & Risk Management Advisory (ARMA) mengadakan Governance, Risk, & Compliance (GRC) Forum 2025 pada 10 Desember 2025 di Auditorium Astra Otoparts. 

Dengan mengusung tema “Driving Resilience: Strategies for Thriving in Global Uncertainty”, forum ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat penerapan GRC secara terintegrasi guna mendukung ketahanan dan keberlanjutan bisnis AOP Group.

Acara dihadiri oleh sekitar 150 peserta, termasuk jajaran Board of Directors, Division Head, Executive in Charge, Risk Champion, dan Controller di lingkungan AOP Group. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami secara lebih mendalam mengenai strategi ketahanan bisnis di tengah risiko geopolitik dan disrupsi digital, dengan penekanan pada penguatan budaya sadar risiko serta pemanfaatan teknologi yang aman dan bertanggung jawab.

Forum dibuka dengan opening speech oleh Wakil Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman, yang menegaskan pentingnya peran tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai fondasi dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Dia juga menekankan bahwa penerapan GRC yang kuat merupakan enabler bagi perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Acara dilanjutkan dengan rangkaian diskusi panel dan insight talk.

  • Diskusi Panel Sesi 1 membahas outlook ekonomi global dan strategi ketahanan bisnis bersama Andry Satrio Nugroho (INDEF) dan Agung Iskandar (OLX Indonesia).
  • Insight Talk menghadirkan Sumiyati (Komisaris Indonesia Financial Group) yang menekankan pentingnya penguatan budaya sadar risiko bagi perusahaan.
  • Diskusi Panel Sesi 2 mengupas teknologi artificial intelligence bersama Rezzy Eko Caraka (BRIN) dan Prince Yustitia Wirawan (Deloitte Indonesia).

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, khususnya pemanfaatan AI berbasis chat, perusahaan dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga waspada terhadap aspek tata kelola, keamanan, dan kepatuhan. Dalam rangkaian GRC Forum 2025 tersebut, tim ARMA turut mengenalkan inovasi berbasis AI yaitu ARMA Sense”, yang dikembangkan secara internal untuk mendukung implementasi GRC di Astra Otoparts.

ARMA Sense merupakan sistem berbasis chat yang dirancang untuk memudahkan analisis dokumen internal perusahaan secara aman menggunakan AI. Saat ini, sistem tersebut masih digunakan secara terbatas di lingkungan Divisi ARMA, dengan target peluncuran secara lebih luas pada tahun 2026.

Menutup rangkaian kegiatan, Herindra Veriawan selaku ARMA Division Head memberikan closing speech yang menekankan kembali bahwa GRC Forum merupakan salah satu wadah kolaborasi strategis untuk menciptakan ekosistem GRC yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Melalui forum ini, Astra Otoparts terus memperkuat komitmen dalam membangun fondasi resiliensi AOP Group agar mampu merespons ketidakpastian global secara adaptif serta mendorong penerapan GRC yang semakin matang dan berkelanjutan di seluruh organisasi.