Media

Astra Otoparts Catat Pertumbuhan Laba Bersih Konsolidasian Sebesar 92,1% Menjadi Rp432,9 Miliar pada Kuartal Pertama 2023

PT Astra Otoparts Tbk (Perseroan/AUTO) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp432,9 miliar pada kuartal pertama 2023, tumbuh 92,1% dari laba bersih konsolidasian kuartal pertama 2022 sebesar Rp225,3 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan meningkatnya kinerja pendapatan Perseroan menjadi Rp5,0 triliun, atau tumbuh 8,6% dari kinerja pendapatan kuartal pertama 2022 sebesar Rp4,6 triliun.

Dari sisi neraca, Perseroan membukukan pertumbuhan aset sebesar 3,9% menjadi Rp19,2 triliun pada akhir Maret 2023, dibandingkan Rp18,5 triliun pada akhir Desember 2022. Seiring dengan itu, jumlah liabilitas juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,7% menjadi Rp5,7 triliun pada akhir Maret 2023, dari sebelumnya Rp5,5 triliun pada akhir Desember 2022.

Segmen Usaha Manufaktur
Pada segmen usaha manufaktur, Perseroan menjalin kerjasama dengan mitra bisnis ternama dunia untuk memproduksi berbagai macam produk suku cadang yang melayani hampir seluruh pabrikan otomotif dan pasar suku cadang pengganti di Indonesia, baik untuk kendaraan roda dua, roda empat, komersial, dan lainnya. Sepanjang kuartal pertama 2023, segmen usaha manufaktur Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 18,7% menjadi Rp2,9 triliun, dibandingkan kuartal pertama 2022 sebesar Rp2,5 triliun.

Segmen Usaha Perdagangan
Segmen usaha perdagangan Perseroan didukung jaringan distribusi domestik, ekspor, dan jaringan perdagangan ritel modern dengan nama Shop&Drive, Shop&Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice, platform perdagangan digital www.astraotoshop.com yang menjual produk otomotif dan non otomotif, dan yang terbaru fasilitas pengisian daya KBLBB Astra Otopower. Sepanjang kuartal pertama 2023, segmen usaha perdagangan Perseroan sedikit mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 3,1% menjadi Rp2,07 triliun, dibandingkan kuartal pertama 2022 sebesar Rp2,13 triliun.

Perseroan masih akan berfokus pada segmen usaha manufaktur dan perdagangan yang menjadi core business Perseroan, dengan terus melakukan inovasi serta mengembangkan produk-produk baru baik dalam industri otomotif maupun non otomotif. Meningkatnya target penjualan dari asosiasi, baik roda empat maupun roda dua, merupakan tolak ukur positif bagi bisnis Perseroan.